Rabu, 30 Maret 2011

Musik dan Tawa Bisa Menurunkan Tekanan Darah

TEMPO Interaktif, Osaka -- Tawa dan musik adalah gambaran sedapnya hidup. Dua hal ini ternyata tidak hanya mengangkat mood, tapi juga mungkin penurunan tekanan darah pada orang dewasa.

Sebuah penelitian di Osaka University Graduate School of Medicine di Jepang menemukan hal ini. Penelitian ini meneliti 79 orang dewasa, dengan rentang usia 40 – 74 tahun selama tiga bulan. Mereka dibagi jadi tiga kelompok; mereka yang ikut sesi mendengarkan musik satu jam tiap dua minggu, sesi tawa dan mereka yang tidak diintervensi alias kelompok kontrol.

Usai menjalani sesi, tekanan darah mereka dibaca. Hasilnya, Kelompok pendengar musi tekanan darahnya 6 mm Hg lebih rendah dan peserta tawa 7 mm Hg lebih rendah dibanding sebelum menjalani sesi mereka. Sedang pada kelompok kontrol tidak ada perubahan tekanan darah, bahkan sampai tiga bulan.

"Tingkat hormon kortisol (penanda stress) peserta turun hanya seusai sesi intervensi," kata pemimpin Eri Eguci, peneliti kesehatan masyarakat di Osaka University Graduate School of Medicine di Jepang.

Studi ini dijadwalkan dipresentasikan Jumat nanti di konferensi American Heart Association di Atlanta. Eguci menyatakan studi ini tidak menunjukkan sebab-akibat secara langsung. “Hanya asosiasi saja,” kata dia.

Selama tiga bulan para 32 peserta dibimbing oleh terapis musik untuk mendengarkan, menyanyi dan peregangan dengan menggunakan musik. Mereka juga didorong untuk mendengarkan musik di rumah. Namun tak disebut jenis aliran musik yang digunakan. Sesi tawa dipimpin oleh yogi tawa terlatih, 30 peserta dilatih yoga tawa (kombinasi dari latihan pernapasan dan tawa yang dirangsang melalui kontak mata) dan mendengarkan rakugo ( komedi Jepang).

"Kami berpikir pernapasan yoga mungkin memainkan beberapa peranan untuk menurunkan tekanan darah," kata Eguci. Eguci menyatakan, timnya akan memeriksa kaitan langsung antara musik dan tawa dengan tekanan darah dalam penelitian mendatang.

I NUR ROCHMI / HEALTHDAY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar